| Subcribe via RSS

Freelance vs. Full-time (Part-2)

March 2nd, 2007 Posted in Freelancing, Thoughts

OK, kita telah membahas plus-minus bekerja sebagai freelance desainer. Untuk mendapatkan informasi yang seimbang, ada baiknya kita juga membahas dari sisi bila kita bekerja full-time.

The Cubicle Chronicle

Imagine this:

Anda datang jam 8.30 pagi. Ruangan ber-air conditioning yang dihiasi poster2 kreatif dengan downlight putih kekuningan terasa menyejukkan. Berjalan ke cubicle, Anda menyapa 1-2 orang teman desainer yang telah datang terlebih dahulu, mungkkin sedang membuka-buka halaman news K10K, Digg atau melihat2 The FWA. Melepaskan iPod dan meletakkannya di meja bersama HP, Anda memencet tombol power G5 Anda, layarnya berpendar biru menampilkan boot-screen OS-X Release terakhir. Sambil menunggu PC anda selesai booting, Anda berjalan ke pantry kecil disudut ruangan, menyiapkan secangkir coffee-cream hangat sambil berbincang2 dengan teman diseberang ruangan tentang opening sequence film X-Men yang semalam Anda tonton bersama mereka dan teman2 kantor lainnya. Balik ke cubicle, Anda nyalakan lagu favorite di i-Tunes lalu mengklik icon file Photoshop CS2 pekerjaan Anda yang belum selesai kemarin. Dalam satu seruputan coffee-cream, aplikasi me-load file tersebut dengan sempurna. Beberapa menit kemudian, Finance Manager yang mirip Angelina Jolie lewat di koridor dan menyapa sambil bilang bahwa nanti sore salary sudah bisa diambil. Ahh… how good life is!


Oke, mungkin si Finance Manager cuma fiksi saja dan cara pendeskripsian tadi terlalu berlebihan. Tapi hal tersebut bukannya tidak mungkin. Dengan killer-skill dan wawasan yang luas anda bisa mendapatkan pekerjaan di design studio yang bagus, dan mungkin bisa jadi si desainer yang menyeruput coffee-cream yang saya ceritakan tadi adalah Anda.

Seperti yang telah dibahas pada bagian pertama topik ini, ‘social & creative environment’ mungkin adalah hal utama yang hilang ketika seorang desainer memutuskan menjadi freelancer. Full-time desainer juga bisa mendapatkan akses yang lebih mudah untuk materi2 referensi desain seperti buku2, literatur, moviclips, DVD, dsb. disamping bisa menggunakan software dan fasilitas yang high-end secara gratis (tentu saja bila bekerja di perusahaan/ agency desain yang baik dan benar). Hal-hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang desainer untuk memilih bekerja full-time di sebuah perusahaan/agency design.

Ok, that’s the good side of the story. Seperti biasa, selalu ada sisi negatif dari sebuah pilihan yang kita ambil. Mulai dari boss yang sangat demanding dan suka marah2 minta ini-itu, waktu yang mengikat. pekerjaan kantor yang membludak, pulang malam karena harus over-time, dan sebagainya, merupakan sebagian dari sisi negatif bekerja full-time di kantor.

Namun yang menarik dan perlu dipertimbangkan adalah ‘sesuatu’ yang kasat mata yang bisa didapat oleh seoarang designer untuk pengembangan dan pembelajaran dirinya. Pengalaman pribadi, setelah jadi freelancer, Saya pernah jadi employee lagi (contract 3 bulan) dengan pertimbangan ada yang akan didapat selain salary (padahal salarynya juga nggak gede2 amat). Saya bisa belajar design management skill & project approach + ngerasain creative working environment..

Atau beberapa pendapat berikut dari diskusi di forum:

“Ada orang yg lebih cocok jadi employee karena masih buta ma dunia kerjaan, jadi perlu dibimbing diaarahin ma chief creativenya dan masih belum menemukan style yg membedakan kita dengan karya orang lain. Sementara yg mo jadi freelancer biasanya style designya udh kuat, dan tahu apa yg membedakan dirinya dengan designer lainnya..jadinya udah PD gitu, koneksi musti banyak, teman networking (yg tidak saling menjegal tentunya), mengenal tentang self marcketing ala kadarnya.

“Tergantung kitanya kita termasuk yg mana, masih perlu diarahin atau mo dilepas tapi jelas tujuannya kemana, dan tahu kemana harus mencari”

“ Gue ngerasa secure aja kalo kerja tetap disebuah agency. Apalagi bila kita belum memahami atau awam terhadap peta pasar dan kondisi bisnis kreatif di Indonesia. So, for now I decided to take full-time job”

The Pros and The Cons

Sama seperti bada bagian pertama topik ini, berikut ini sisi positif dan negatif bekerja full-time yang mungkin bisa dipertimbangkan yang saya coba rangkum (beberapa berasal dari pendapat teman2 di forum juga).

Sisi Positif:

  • Gaji tetap… pokoknya akhir bulan pasti punya duit. Dengan performance yang bagus, bahkan salary bisa naek rata2 per 6 bulan atau at least pertahun *
  • Bisa pake hardware mahal + software asli
  • Bisa browsing2 gratis
  • Bisa lebih fokus ke design saja tanpa pusing harus mikirin cari proyek, bikin penawaran atau nagih bayaran.
  • Fasilitas tambahan seperti THR. Medical/transportation allowances, bonus akhir tahun, dsb.
  • Kemudahan aksesibilitas materi2 referensi
  • Social & Creative Environtment Outing seperti rekreasi, nonton rame2 kalo ada movie bagus, sharing dan diskusi ide, dsb.
  • Belajar proses menagani sebuah project dan mendapat ilmu dari orang2 yang lebih berpengalaman
  • bisa ketemu cewek2 AE yang wangi2* (plus Finance Manager yang mirip Angelina Jolie tadi ;))

Sisi negatif:

  • Penghasilan relatif lebih kecil, bahkan kalo ngebandingin dengan load kerjaannya bisa ngerasa: layak nggak ya?
  • Waktu terbatas, nggak bisa kemana2, 9-5.
  • Disuruh2 dan dimarah-marahin boss yang demanding banget
  • Kudu lembur di kantor kalo ada deadline
  • Bergantung dari kebijkasanaan yang berlaku, untung2an dapat company bagus/brengsek
  • Gak bisa nentuin jadwal, rencana2 bisa brantakan
  • Kudu jaga sikap banget karena politik kantor dan ABS
  • Pakaian kudu rapih (pake dasi?)

Ok, now it’s fully yours to decide. Mau jadi freelancer atau milih kerja full-time. Selalu ada dua sisi dari sebuah mata uang. Ada sisi negatif dan positif. Ada enaknya ada nggak enaknya. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menilai diri sendiri dan memutuskan dimana kita bisa cocok untuk mengembangkan potensi dan kemampuan diri.

Good luck!

9 Responses to “Freelance vs. Full-time (Part-2)”

  1. godote Says:

    nice artikel om..
    part1 & part2 semuanya benar..
    tapi part2 nya ada yang aku ndak cocok..
    dimana bahwa kerja kantoran bisa dapet internet gratis..
    soalnya aku freelance tapi internetku gratis nih :P


  2. H Says:

    ih… iri aku! :)


  3. anggi Says:

    heueuheu… yup keren.. mungkin aku juga akan menulis versi freelance onlinenya:mrgreen:


  4. negativex Says:

    mo jadi freelancer aja neh
    cuma suka gak dapet kerjaan :( gimana donk


  5. HR Says:

    Kantor gw bebas tuh, baju bebas, bebas keluyuran, bebas mo ngerjain ato kaga (ga musti kerja terus) … bebas maen gim, bebas smoking on the room … soal lembur kl deadline (lah kl jadi freelance kl dah mo deket deadline kudu lembur juga kan?) …

    Emang sih bayaran freelance lebih gede, tp gw pikir sama aja … kalo projectnya ga berkelanjutan … untuk sementara masih gawe dulu di kantor nunggu nama terkenal dulu sebagai freelance baru mau terjun penuh ke freelance … tp itu yah pilihan gw, beda orang beda pemikiran.


  6. bangyoed Says:

    keren bung….sama saya juga sekarang sedan mencoba untuk menjadi freelancer, tpi untuk sementara saya jg gk akan melepaskan kerjaan rutini di kantor, msh bingung soalnya, sehari2 Gw makan dari mana dong, sedangkan project masih seling selingan gitu dapetnya he2, oke deh, nih situs perusahaan ku sendiri he,,he laganya.. ( http://www.ovoer.com )


  7. akbar Says:

    setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu tapi tuk mahasiswa yang cari uang saku tambahan freelance jadi salah satu solusi


  8. ExpandedView » Blog Archive » freelance vs fulltime Says:

    [...] kalo dalam film gillmore girls, rory sering disindir sama lorelai atau logan karena kalo mutusin sesuatu musti bikin list pro con dulu, dan bener2 ditulis, ndak cuman dibayangin aja.. jadi, ini ada list pro con soal freelance vs full time yang didapet dari chain blog nya para frelancer online.., tepatnya disini [...]


  9. Typedminds » Blog Archive » Freelance vs. Full-time (Part-1) Says:

    [...] Continue to Part-2 … This entry was posted on Friday, March 2nd, 2007 at 10:55 pm and is filed under Design, Freelancing, Thoughts. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site. [...]


Leave a Reply

  • RSS Del.icio.us

  • iTweet. Do you?

  • My Kids

    Lilypie Kids birthday Ticker
    Lilypie Kids birthday Ticker

  • Flickr